//OPTIMALKAN PELAYANAN, KOMISI C DPRD GUNUNGKIDUL LAKUKAN KOORDINASI DENGAN PDAM TIRTA HANDAYANI

OPTIMALKAN PELAYANAN, KOMISI C DPRD GUNUNGKIDUL LAKUKAN KOORDINASI DENGAN PDAM TIRTA HANDAYANI

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melakukan kunjungan lapangan di Desa melikan, Rongkop, Gunungkidul dipimpijn langsung oleh Demas Kursiswanto selaku ketua danbeberapa anggota lainya, Hadir pula Camat Rongkop, Agung Danarta, S.Sos,dan beberapa pejabat desa dalam koordinasi tersebut Senin (09/03/2020)kemaren.Koordinasi tersebut untuk monitoring program kerja PDAM dalam melakukan ujicoba pemasangan Sambungan Rumah (SR) di beberapa titik Desa Melikan, Rongkop,

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto, SE, MM. mengatakan bahwa Saat ini PDAM Tirta Handayani Gunungkidul sudah melakukan ujicoba pemasangan Sambungan Rumah (SR) Sejumlah 13SR di 5 dusun, Desa Melikan. Disetiap dusun terpasang 2-3 titik sambungan rumah.

“Sudah kita uji coba pemasangan  13 titik SR di melikan termasuk Dusun Wuni, Melikan, Mojing, Gebang Kulon, Gebang Etan, masing-masing dusun terpangsang 2 titik sambungan rumah, dengan estimasi  1 SR bisa melayani 25 KK, Yang sebelumnya di Desa Melikan sudah terpasang 47SR aktif untuk dusun Tambak dan Ngricik.

Isnawan, juga menjelaskan bahwa program penambahan SR ini adalah upaya pengembangan karena minimnya debit sumber air diwilayah Rongkop, penambahan tersebut mengaktifkan kembali Sumur Bor PDAM yang berada di sawahan, Pracimantoro. Sumur Bor Sawahan adalah milik PDAM Tirta Handayani pada tahun 1978 merupakan proyek terong (Tepus Rongkop) secara teknis tidak difungsikan karena pemanfaatan disinyalir kurang maksimal dan pembengkakan biaya operasional karena menggunakan genset, dan solar sebagai bahan bakarnya.

Selanjutnya PDAM akan melakukan evaluasi dimusim kemarau, apabila air lancar akan dilakukan penambahan jaringan pipanisasi dan sambungan rumah di Dusun Jeruk Gulung, Song Waluh, kembang yang keseluruhan berjumlah 239 KK. Desa tersebut secara geografis letaknya berada di dataran tinggi jadi perlu tekanan yang besar untuk menjangkau wilayah tersebut

“Kami akan evaluasi, jika di musim kemarau 5 Dusun itu airnya lancar , kami akan lakukan pengembangan jaringan di dusun melikan yang belum terpasang.”imbuhnya.

Selain permasalah di Melikan Rongkop, Komisi C DPRD juga menanyakan pelayanan PDAM terkait air keruh, karena dimusim penghujan air keruh PDAM memberikan dampak negatif bagi pelanggan.

Direktur Teknik Toto Sugiharta, S. TP. Mengatakan bahwa untuk permasalahan kekeruhan yang selalu menjadi polemik hanya wilayah tertentu karena tidak semua pelayanan dari seropan keruh.

“ Air keruh terjadi saat musim penghujan saja, dan itu hanya willayah terntentu, karena disebagian pelayanan kami sudah menggunakan WTP (Water Treatment Plan” sebuah system yang difungsikan untuk mengolah air dari kualitas air baku agar mendapatkan kualitas air pengolahan standar yang di inginkan/ditentukan atau siap untuk di konsumsi.” Tegasnya.

Demas, menegaskan bahwa PDAM harus beupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik dan bersama mencari solusi untuk mengurangi permasalahan itu.

PDAM Tirta Handayani sudah ada upaya mengatasi air keruh, salah satunya adalah penambahan supply dari Sumur Bor di Selang dengan debit 38 Liter/Detik berasumsi bisa melayani 2000 SR, untuk menyuply wilayah : Desa Selang, Wiladeg, Bejiharjo, Ngawis, Ngipak, Karangmojo, Wonosari, Baleharjo dan sekitarnya yang direncanakan tahun 2020 bisa segera dioperasikan.

Selain upaya tersebut Pihak PDAM menyampaikan kepada Komisi C , bahwa PDAM perlu dikawal tentang infrastruktur untuk optimalisasi mengatasi air keruh dengan penambahan System IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah) di Seropan, dimana saat ini hanya terdapat 2 WTP dengan total kapasitas hanya bisa menampung 70liter untuk penjerinihan, sedangkan dengan debit produksi 200liter/detik membutuhkan paling tidak 4 sistem IPAL masing masing berkapasitas 50liter/detik untuk bisa mengatasi kekeruhan.

Demas, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PDAM terkait pelayanan dan bersedia mengawal PDAM pada pertemuan dengan kementrian dibulan depan mendatang.

“Sesuai dengan bidang infrastruktur dan pembangunan, PDAM memegang peranan penting untuk Gunungkidul dalam pelayanan air bersih, dan kami siap mengawal sesuai dengan ketugasan” tutupnya.